Showing posts with label Photo Archive. Show all posts
Showing posts with label Photo Archive. Show all posts

Almost Fourty: Mengarsipkan Kekacauan (My 1st Photobook Series)

Langsung aja, ya....

Kali ini video #RawDocRaw merekam proses pembuatan buku foto pertama saya: sebuah proyek kecil untuk mengarsipkan kehidupan menjelang usia 40 tahun.


Di Pekan Kata Warung Sastra Kita Bergembira Ria Bersama-Sama Selamanya



3 hari bersastra ria di Pekan Kata Warung Sastra. Mulai dari gak sengaja jadi pendengar pas riset lokasi, suntuk bersama 2 tokoh teater yang naskah2nya sering muncul di rak sanggar teater jaman kuliah dulu sampai nemenin anak live drawing meramaikan closing party dengan diiringi para penampil/pembaca puisi yang canggih2.

Trims mas Asef, mas Andre, mbak Deborah, mas Syahdan dan segenap kru yang bertugas di Pekan Kata Warung Sastra 2026 yang satset banget.


Terimalah persembahan rekam diam citra cahaya yang sesempatnya ini (bonus video):

Teater, Perlawanan, dan Demo: Apa yang Saya Pelajari dari Monolog Bagus Rangin

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pengalaman yang cukup berkesan: menonton pertunjukan teater untuk pertama kalinya di Cirebon. Menariknya, pertunjukan ini tidak digelar di ruang pertunjukan konvensional, melainkan di Jatiwangi Art Factory (JaF), sebuah ruang kreatif yang sudah lama saya dengar gaungnya, tetapi baru kali ini saya benar-benar menginjakkan kaki ke sana.


Kesempatan ini datang karena ajakan dari Mas Ozi Sabbit, kawan saya yang saat ini juga sedang

URUP 2025

 

Bersama Hagia, Dinda, Em, mas Toro, mas Aryo dan semua teman-teman yang sudah berbagi tanya dan cerita di perayaan matahari pertama di tahun ini. Semoga matahari masing-masing dari kita seperti biasanya, tidak lebih dan tidak kurang. Selamat tahun baru teman-teman.

Foto diambil di konser Urup 2025 Kunto Aji,
1 Januari 2025, Asram Edupark Yogyakarta
------------------------------------
Simak foto saya lainnya di sini:

Melancholic Bitch | Limunas XVI | IFI Bandung | 16072022

Dengan senang hati jika teman izin terlebih dahulu atau menyertakan sumber berupa link blog saya jika ingin menggunakan foto-foto dari blog ini. Terima kasih

Pengalaman pertama menggunakan metode virtual photography yg marak di masa pandemi. Hanya bermodal live IG pertunjukan dengan kuota maksimal lalu tekan tombol screencapture. Sungguh teknologi!

abstraksi lipatan waktu melalui matamu

PENTAS LAGI SETELAH 3 TAHUN; Kyai Samudana

Moki, Moh, Rarya

Sebagaimana penampil lainnya, kami juga latihan dong
Yak benar, karena ini semua saya yang motret. Hee...

Perkenalkan, kami Kyai Samudana. Kyai Samudana adalah projek seni yang digagas oleh Prihatmoko Moki ketika diminta pentas di Art Jog tahun 2018 bersama Gunawan Maryanto. Projek ini berangkat dari komik yang dibuatnya, Prajurit Kalah Tanpa Raja. Komik ini dihidupkan menjadi mural, kemudian menjadi pertunjukan. Kyai Samudana adalah orang-orang yang diajak Moki untuk menghidupkan komiknya hingga sekarang. Personilnya siapa aja? Banyak banget dan selalu berubah, dan itu yang membuat hidup karyanya dari hanya sekedar buku komik. Sebelum menjadi Kyai Samudana, sekitar 2018 pentas di Kebun Bibi dengan judul pentas Dongeng Prajurit di pembukaan pameran tunggalnya sekaligus lanching komiknya Moki; Prajurit Kalah Tanpa Raja. Waktu itu, Sandi Kalifadani & Moki sebagai Gemati mengajak mas Gunawan Maryanto untuk membacakannya sementara mereka berdua membuat musik, hadirlah saya sebagai operator slide show dari perlembar komik yang dibacakan mas Gunawan Maryanto. Itu pertama kali, lalu pentas lagi di Teater Garasi, terus ke Kulon Progo, terus ke Pechakucha Jogja, sampe Art Jog dan lebih detailnya kalian bisa mampir ke akun instagramnya aja yak: https://www.instagram.com/kyaisamudana/ 



Ok, sekarang lanjut ke cerita pentas lagi yak. Jadi kami pentas di acara Lelagu. Lelagu sendiri jadi bagian dalam perayaan 100 hari kepergian Gunawan Maryanto (Alm) yang digelar selama kurang lebih satu bulan dengan tajuk "Untuk Seorang yang Demikian Mencintai Hujan" dengan berbagai program seperti pameran seni rupa, pembacaan puisi, pentas teater, podcast, dan konser musik. Nah, saya ikut yang konser (Lelagu) musik bersama Kyai Samudana yang digelar di Teater Garasi.


*Link terkait:

SANGKAKALA - DUEL ROCK SHOW - KEDAI KEBUN FORUM - 06052018

Dengan senang hati jika teman-teman izin terlebih dahulu atau menyertakan sumber berupa link blog saya jika ingin menggunakan foto-foto dari blog ini. Terima kasih

SLANK | Lucky Tribe ID | Stadion Kridosono Yogyakarta | 10122017


Dengan senang hati jika teman-teman izin terlebih dahulu atau menyertakan sumber berupa link blog saya jika ingin menggunakan foto-foto dari blog ini. Terima kasih


Bersama Bidadari Penyelamat (BP)
dari Slank Fans Club Minoritas Slankers Jogja (SFC MSJ) semalam.



Arti Teman

"Aku masih simpan di kost helm'ku yang kena klitih di pasar Telo, mas."

Fitro, teman yang saya ajak untuk menjadi editor video klip ini. Dalam rapat awal, saya ingin teman2 cerita soal klitih yang pernah mereka tahu atau alami. Karena itu problem awal yang sedang terjadi lagi di Jogja. Kemudian hal itu yang saya jadikan pantikan untuk memerasnya menjadi ide lanjutan untuk kami eksekusi. Trims kepada teman2 yang sudah membantu mewujudkan ide ini.





Nb
  • Foto pertama adalah lokasi kuburan di Krapyak yang kami pakai sebagai lokasi shoting
  • Foto terakhir diambil dari atas mall Lippo Plaza Jogja dalam proses riset

Mega Mendung by Fitri Dance Work

(Foto: Mas Wicak Salihara)

Memproduksi pertunjukan tari kontemporer karya mbak Fitri jadi pengalaman pertama. Sebelumnya saya hanya berada di pertunjukan teater atau sekedar jadi tim produksi sebuah EO. Yang jadi keren adalah karya ini akan dipentaskan di 3 tempat. Pertama di Teater Salihara (22-23 Okt 2016), kedua di Korea (20-21 Mei 2017), dan terakhir di Europalia. Yang terakhir akhirnya gagal. Tapi 2 pertunjukan sebelumnya benar-benar terjadi.

Teaser pertunjukannya:

Foto di atas merupakan sesi pertunjukan di Salihara Jakarta. Saya berperan di tim produksi dari pertunjukan tari kontemporer ini. Mengurus berbagai hal (bagian administrasi), mengkomunikasikan value dari Fitri Setyaningsih melalui website, bagaimana teman-teman dari sebelum pentas, latihan, sampai memastikan barang-barang kembali ke gudang. Dari merapikan website fitridancework.blogspot.com, jadwal latihan di 2 kota, karena mayoritas penari berasal dari ISI Surakarta, dsb

Pada proses untuk ke Korea, saya sampe kursus 2 level di ELTI untuk memperkuat perbendaharaan bahasa. Hee... Karena tugas saya korespondendi dengan pihak Korea secara berkala sampai teman-teman berangkat dan pulang kembali ke Indonesia. Saya tidak ikut ke Korea waktu itu karena ada keperluan keluarga. Hamdallah semua lancar sampai semua kembali ke Indonesia. Pengalaman yang ampuh!

Foto: Okinawan A. M.


JALAN EMAS ( GOLDEN WAY) *Late Post


Jalan Emas adalah sebuah pertunjukan kontemporer berbasis musik. Pertunjukan ini berangkat dari kegelisahan atas maraknya bisnis yang mengkomersialkan harapan beserta fenomena irasionalitas yang menyertainya. Harapan dalam hal ini adalah kesuksesan finansial, kemapanan dan sejenisnya. Mulai dari motivator dengan segala jenis dagangannya (buku, seminar, sekolah, umroh, dsb), multi level marketing, bisnis investasi yang menjanjikan kekayaan dengan mudah bahkan hingga sampai pada praktek pesugihan.


Iming-iming kekayaan sering kali dilekatkan dengan ideologi yang ada (agama, norma-norma, etika, dsb) agar orang dapat mudah percaya dan dapat membenarkan segala tindakan atau keputusan mereka. Kenyataannya, segala utopia tentang kemapanan tersebut tidak selalu berakhir indah dan terbukti menuai perkara: investasi bodong, penipuan MLM, penggelapan, dsb.
Kegelisahan kami berlanjut pada asumsi-asumsi yang mengkonstruksi dan dikonstruksi oleh financial dream; Apa yang menggerakkan dan digerakkan oleh bisnis harapan, media, konsumerisme, tuntutan gaya hidup, dan bahkan para caleg dan partai politik peserta Pemilu. Kenyataan ini seperti menghadapkan kita pada terjadinya konversi nilai kesuksesan dan kebahagiaan dengan uang dan materi. Asumsi tersebut dipertegas oleh survey BPS tahun 2013 lalu yang menyebutkan bahwa kebahagiaan orang Indonesia ditentukan oleh kepuasan terhadap pendapatan finansial.

Utopia kesuksesan finansial ini menjadi masalah ketika hasrat untuk meraihnya menggiring kita pada irasionalitas, sebuah kondisi di mana nalar kritis dan hal lainnya dikesampingkan. Bagaimana ia mempengaruhi life value dan nilai-nilai kemanusiaan merupakan satu hal yang patut dipertanyakan.


Jalan Emas (The Game) Full Team

Yennu Ariendra (Director/Composer)
Asa Rahmana (Co-Director/Writer/Performer)
Erson Padapiran (Musician/Performer)
Irene Agrivine (Artistic Director/Performer)
M.N. Qomaruddin (Choreographer/Performer)
Vassia Valkanioti (Choreographer/Performer)
Atinna Rizqiana (Costume Designer/Performer)
Adi Wisanggeni (Technical Director)
Lusia Neti Cahyani (Production Manager/Host)
Tommy Surya Rahadianto (Technical Consultant)
Rizky Summerbee (Host/Performer)
Diwa Hutomo (Voice Talent)
Jay Afrisando (Musician Talent)
Ega Kuspriyanto (Crew/Performer)
Muh. Habib Syaifullah (Crew/Performer)
Septian Bagus W. (Crew/Peformer)
Syamsul Islam (Crew/Performer)
Rifqi Mansur Maya (Video)
Satya Prapanca (Video)
Agni Tirta (Video)
Anom Sugiswoto (Photographer)
Budi Darmawan (Photographer)

Volunteers: Achmad Luthfi Rashid, Arsita Iswardhani, Eka Jayani Ayuningtyas, Ignatius Sugiarto, Iradat Ungkai Megah, Lintang Prakoso, Muhammad Dynta, Muhammad Yudha Pratama, Naomi Srikandi, Rangga Nasrullah, Rizky Rahma Nurwahyuni, Sarwendah Widya Lestari.