Loka Carita, Nasraya, HONF, dan Pindai, sebagian besar nama itu terdengar asing di telinga saya, kecuali HONF yang sejak kuliah sudah saya ikuti dari jauh. Ternyata mereka kini berada di satu lokasi yang sama, dalam sebuah hub bernama Loka Carita, sebuah titik baru di Yogyakarta untuk menampung dan merawat kreativitas kota. Lokasi ini menjadi salah satu titik dari tur pemutaran film yang saya rancang bersama tim untuk pre-event Cherrypop Festival 2025 dengan memutarkan hasil film Rekam Skena (2022-2023) di lima lokasi berbeda di Yogyakarta.
Ngomongin ruang di Yogyakarta memang tidak ada habisnya. Sejak 2008 hingga 2024, saya merasa kota ini
Dalam perjalanan kreatif gue sebagai kreator, inspirasi kadang-kadang emang kadang-kadang, gak keduga gitu. Lintas imaji-projek-disiplin ilmu. Video journal ini adalah rekaman yang sengaja banget karena nemu buku yang kembali membangkitkan gairah akan sebuah gagasan lama, ceileee.... gara-gara buku ini, jadi keinget lagi, Sejarah Kitab-Kitab Suci (Mukhlisin Purnomo).
Secara gak langsung buku ini ngajak throwback ke projek yang sempet kepikiran: #ProjeKitabSuci (PKS). Ide PKS ini sendiri dulu muncul di tengah riset untuk commission work Soundrenaline (2016). Saat itu, saya memilih lagu "Hagia" dari Barasuara—sebuah pilihan yang kemudian menjadi sangat personal, bahkan menginspirasi nama anak saya, setelah istri saya melihat artinya di KBBI (warna emas yg harganya setengah juta, dulu, gila, mahal banget kamus bahasa kita???). Lucunya, anak saya, Hagia, seolah tak mau didahului oleh Hagia milik Barasuara; ia lahir tepat di dini hari sebelum syuting clip tersebut. Jadi mundur 10 hari, dan bengkak pasti budget, karena alat udah sewa semua. Tp itu semua gak masalah, karena gue punya anak yg bikin bahagia nya minta ampun.
Balik lagi. Riset untuk lagu "Hagia" itulah yang dulu mendorong gue membaca berbagai literatur tentang agama-agama/kepercayaan-kepercayaan dan kitab-kitabnya, termasuk membeli buku "Agama di Dunia" karya Michael Keene. Dan malam ini, secara kebetulan, pas beli kopi di Episode Kopi Arjawinangun, saya menemukan buku "Sejarah Kitab Suci" ini. Penemuan ini sontak membuat saya harus membuka kembali catatan-catatan lama soal #ProjeKitabSuci.
Seketika, semua catatan lama tentang PKS yang dulu sempat terlintas di kepala gue langsung berhamburan lagi. Ide-ide tentang metode penciptaannya, segala proses yang dulu kepikiran, semua muncul lagi. Dan jujur, ini bikin gue jadi semangat lagi soal "tawaran" prosesnya yg gue bayangkan ideal gitu, kayaknya keren nih. Semoga kuat ya, karena ini memang sudah gue rencanakan jadi proyek yang sangat, sangat panjang. Entah kapan jadinya, tapi ini adalah sebuah perjalanan.
Selamat menikmati vlog impresi buku ini, dan mari selami bagaimana sebuah kebetulan bisa memantik kembali sebuah gagasan kecil yang dulu. Yuhuuu….
*Padahal gue punya channel yang khusus untuk review buku. Tapi karena ini bukunya blm dibaca, jadi tak posting di sini dulu, ntar kalo udah kelar baca, baru diposting di sini: https://www.youtube.com/@buktvberwkwkwkw…
Sedang mencari video-video Ricky Siahaan, muncul thumbnail Rockaroma. Seketika flashback sewaktu diminta menggarap video bumper motion untuk acara ini ketika pandemi (2020) melanda.
Video bumpernya:
Video penerapannya:
Menonton pertunjukanmu untuk pertama kalinya di Cherrypop 2024 ternyata sekaligus menjadi terakhir untuk formasi ini. Selamat jalan mas Rikcy!!! Gas banter terus teman-teman Seringai!
------
Postingan mengenai bumper Rockaroma Showcase sudah pernah di publikasikan di Pehagengsi:
Bersama Hagia, Dinda, Em, mas Toro, mas Aryo dan semua teman-teman yang sudah berbagi tanya dan cerita di perayaan matahari pertama di tahun ini. Semoga matahari masing-masing dari kita seperti biasanya, tidak lebih dan tidak kurang. Selamat tahun baru teman-teman.
Kalau tahun lalu saya sendirian menjadi projek manager Rekam Skena II dengan hasil 4 film dokumenter musik dari 4 daerah; Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto dan Cilacap. Tahun ini saya membawa rombongan Pehagengsi+Pehagengster untuk Cherrypop Festival 2024. Ramai...
Mendapatkan kesempatan untuk memoderatori acara perilisan video musik Bebal dari Electric Dynamite Flux (EDF) karya Resharris di tengah situasi yang memanas sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk kita bisa sama-sama mengamplifikasi perasaan-perasaan atas penguasa hari ini dengan cara sebisanya dan semampunya. Lawan!
10 tahun setelah pertemuan pertama dengan mas Iksan Skuter di warung Srawung untuk nemenin film Guelu (2013) yang diputar di Universitas Brawijaya dan 2024 ke warung Srawung lagi untuk putar film YK 48 (2024) bersama teman-teman Nol Derajat dari Universitas Brawijaya juga. Bedanya kalo 2014 bertemu bosnya, nah 2024 bertemu manajernya, mas Daus. Dari situ obrolan tentang clip kelompok musik Bagava dimulai. Mas Daus terinspirasi dari salah satu part motion di film YK 48 untuk kemudian dibuat clip Bagava. Selamat menonton.
Mendapatkan kesempatan sebagai dosen (praktisi mengajar-kampus merdeka) di Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang adalah saatnya untuk mempersiapkan generasi masa depan dengan segala tantangannya. Terutama soal, bagaimana kita bisa berenang di tengah lautan konten social media saat ini, jangan sampe terbawa arus yang kemudian melenakan dan tidak berbuat apa-apa. Lebih parahnya lagi, hanya menjadi konsumen saja.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, kita ditantang untuk tidak terbawa arus informasi. Minimal bisa membuat 'irigasi' sendiri dari arus besar ini. Terutama untuk brand di mana kita bekerja atau malah brand kita sendiri, jika ia kita ingin menjadi enterpreneur.
Aktifitas saya bersama teman2 di Tutbek dalam program Live Sablon. Me-reuse pakaian lama dengan penambahan desain baru agar bisa ciamik lagi. Semoga sampah fashion berkurang, amin amin.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya untuk menjadi pengajar marketing, apalagi di kampus sendiri. Namun itulah yang terjadi 5 bulan terakhir. Ya, saya mengajar di almamater saya sendiri, jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IK UMY) untuk mata kuliah Pemasaran Media. Terima kasih IK UMY atas waktu dan ruangnya. Sebuah kehormatan bisa kembali dengan membawa, yang mungkin bisa dijadikan bekal mahasiswa ketika lulus nanti.
Terima kasih buat diriku sepanjang 2023. Kamu hebat, tp telat! Wkwwkkw... Lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Selalu ada pembelaan disetiap kekalahan. Ah, kancut! Sa aeee...
Semoga 2024 saya bisa lebih lambat. Lambat buat saya adalah jauh lebih fokus pada apa yg ingin dicapai dan menutup mata pada apa-apa yang tampak menyilaukan. Amin