Beberapa tahun terakhir, saya melihat ada pergeseran menarik soal arsip terkait musik, video, visual/foto (yang paling dekat dengan saya). Dalam foto/video yang sedang saya gumuli kembali atau film musik di komunitas yang juga saya jalankan sejak bikin Bioskop Musik pada 2019 (ini ngaruh juga pasti, saya sempat 3 tahun kerja di IVAA, hee...). Waktu itu banyak film musik hadir sebagai arsip merekam perjalanan band, komunitas, atau momen penting dalam sebuah skena. Sifatnya cenderung romantik: menyimpan kenangan, merawat ingatan. Tapi sekarang, film musik mulai bergerak lebih jauh. Ia tidak hanya merekam, tapi juga membaca, bahkan
Datang, Menonton, Pulang Duluan: Cara Yogyakarta Menjaga Musik Tetap Hidup
Kelar olahraga pagi, refleks pertama seperti biasa: buka timeline. Di sela keringat yang belum sepenuhnya kering, satu info gigs nyempil karena kepincut ada Sakarin dan SKHU Gila. Pas waktunya, pas juga rasa penasarannya. Malam itu saya ngajak Hagia buat nonton Oom Moki (Sakarin), sekalian mengintip band-band yang selama ini cuma lewat di telinga tapi belum pernah saya saksikan langsung: SKHU Gila (Haris, Toyib dkk) dan Japa Mantra (Bable, Lukman dkk).
Semesta cukup baik malam itu. Selain lineup yg saya incer, saya dapat bonus musisi yang
Tidak Ada Kota Kreatif Tanpa Arsip: Pelajaran Penting dari 0231 Calling Cirebon
Ada sensasi tertentu ketika seseorang tiba di kota baru lalu dengan sengaja menyaksikan sebuah momentum besar, momen ketika sebuah kota menghidupkan dirinya lewat kreatifitas anak mudanya. 0231 Calling (30 November 2025, Himas Coffee & Eatery, Cirebon) adalah momen itu bagi saya secara personal setelah hampir enam bulan tinggal di Cirebon.
Sekitar
Catatan dari Ujung Selatan: Membakar Diri Pada Api Semangat Anak Muda Cilacap
Bertemu teman lama dan baru lalu membuat sesuatu di tempat yang asing selalu menjadi hal yang saya sukai. Dalam pekerjaan ini, hal itu terjadi lagi. Semangat yang muncul dari hal-hal kecil dan remeh-temeh sering kali datang tak terduga, tapi disisi lain kita juga tahu bahwa hal itu pasti akan muncul di waktu yang tepat. Catatan ini saya tulis sebagai pengingat pribadi tentang apa yang saya lakukan beberapa minggu lalu di Cilacap, bersama kawan-kawan Cilacap Kreatif dan Kolektif Barokah. Kolektif yang terakhir ini sudah saya kenal sepak terjangnya sejak 2023, ketika kami membuat film untuk Rekam Skena Cherrypop Festival.
Semuanya bermula
Melawan Tandus di Warung Kopi: Tigapagi dan Cerita Kita
Bagi saya, musik Tigapagi adalah anak tangga. Ia membawa saya pada penjelajahan yang lebih jauh tentang Indonesia, tentang kecemasan yang sering kali kita rasakan. Karya-karya mereka, seperti Roekmana's Repertoire dan Rukiah's Suites, tak hanya memotret kegelisahan, tapi juga menyisakan ruang-ruang untuk perenungan. Dari Roekmana's Repertoire, kami merasakan getirnya kehilangan. Saat melompat ke Rukiah's Suites, getaran itu masih terasa, namun bercampur dengan sepi, perlawanan, dan percik api semangat, sesuatu yang "setidaknya" bisa kita selamatkan di tengah tandusnya harapan.
Tepat pada 1 September 2025, ruang-ruang itu menjadi nyata. Tigapagi tidak hanya
Teater, Perlawanan, dan Demo: Apa yang Saya Pelajari dari Monolog Bagus Rangin
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pengalaman yang cukup berkesan: menonton pertunjukan teater untuk pertama kalinya di Cirebon. Menariknya, pertunjukan ini tidak digelar di ruang pertunjukan konvensional, melainkan di Jatiwangi Art Factory (JaF), sebuah ruang kreatif yang sudah lama saya dengar gaungnya, tetapi baru kali ini saya benar-benar menginjakkan kaki ke sana.
Kesempatan ini datang karena ajakan dari Mas Ozi Sabbit, kawan saya yang saat ini juga sedang
Sebuah Upaya Pulang dan Belajar dari Yogyakarta
Loka Carita, Nasraya, HONF, dan Pindai, sebagian besar nama itu terdengar asing di telinga saya, kecuali HONF yang sejak kuliah sudah saya ikuti dari jauh. Ternyata mereka kini berada di satu lokasi yang sama, dalam sebuah hub bernama Loka Carita, sebuah titik baru di Yogyakarta untuk menampung dan merawat kreativitas kota. Lokasi ini menjadi salah satu titik dari tur pemutaran film yang saya rancang bersama tim untuk pre-event Cherrypop Festival 2025 dengan memutarkan hasil film Rekam Skena (2022-2023) di lima lokasi berbeda di Yogyakarta.
Ngomongin ruang di Yogyakarta memang tidak ada habisnya. Sejak 2008 hingga 2024, saya merasa kota ini
#ProjeKitabSuci: Keinget lagi gegara beli kopi
Dalam perjalanan kreatif gue sebagai kreator, inspirasi kadang-kadang emang kadang-kadang, gak keduga gitu. Lintas imaji-projek-disiplin ilmu. Video journal ini adalah rekaman yang sengaja banget karena nemu buku yang kembali membangkitkan gairah akan sebuah gagasan lama, ceileee.... gara-gara buku ini, jadi keinget lagi, Sejarah Kitab-Kitab Suci (Mukhlisin Purnomo).
Secara gak langsung buku ini ngajak throwback ke projek yang sempet kepikiran: #ProjeKitabSuci (PKS). Ide PKS ini sendiri dulu muncul di tengah riset untuk commission work Soundrenaline (2016). Saat itu, saya memilih lagu "Hagia" dari Barasuara—sebuah pilihan yang kemudian menjadi sangat personal, bahkan menginspirasi nama anak saya, setelah istri saya melihat artinya di KBBI (warna emas yg harganya setengah juta, dulu, gila, mahal banget kamus bahasa kita???). Lucunya, anak saya, Hagia, seolah tak mau didahului oleh Hagia milik Barasuara; ia lahir tepat di dini hari sebelum syuting clip tersebut. Jadi mundur 10 hari, dan bengkak pasti budget, karena alat udah sewa semua. Tp itu semua gak masalah, karena gue punya anak yg bikin bahagia nya minta ampun.
Balik lagi. Riset untuk lagu "Hagia" itulah yang dulu mendorong gue membaca berbagai literatur tentang agama-agama/kepercayaan-kepercayaan dan kitab-kitabnya, termasuk membeli buku "Agama di Dunia" karya Michael Keene. Dan malam ini, secara kebetulan, pas beli kopi di Episode Kopi Arjawinangun, saya menemukan buku "Sejarah Kitab Suci" ini. Penemuan ini sontak membuat saya harus membuka kembali catatan-catatan lama soal #ProjeKitabSuci.
Seketika, semua catatan lama tentang PKS yang dulu sempat terlintas di kepala gue langsung berhamburan lagi. Ide-ide tentang metode penciptaannya, segala proses yang dulu kepikiran, semua muncul lagi. Dan jujur, ini bikin gue jadi semangat lagi soal "tawaran" prosesnya yg gue bayangkan ideal gitu, kayaknya keren nih. Semoga kuat ya, karena ini memang sudah gue rencanakan jadi proyek yang sangat, sangat panjang. Entah kapan jadinya, tapi ini adalah sebuah perjalanan.
Selamat menikmati vlog impresi buku ini, dan mari selami bagaimana sebuah kebetulan bisa memantik kembali sebuah gagasan kecil yang dulu. Yuhuuu….
*Padahal gue punya channel yang khusus untuk review buku. Tapi karena ini bukunya blm dibaca, jadi tak posting di sini dulu, ntar kalo udah kelar baca, baru diposting di sini: https://www.youtube.com/@buktvber wkwkwkw…
Laf!
**Artikel clip Hagia yg gue bikin ada di sini: https://rifqimansurmaya.blogspot.com/2016/11/video-go-kata-barasura-tentang.html
(Bumper) ROCKAROMA SHOWCASE
Sedang mencari video-video Ricky Siahaan, muncul thumbnail Rockaroma. Seketika flashback sewaktu diminta menggarap video bumper motion untuk acara ini ketika pandemi (2020) melanda.
Video bumpernya:
Video penerapannya:
Menonton pertunjukanmu untuk pertama kalinya di Cherrypop 2024 ternyata sekaligus menjadi terakhir untuk formasi ini. Selamat jalan mas Rikcy!!! Gas banter terus teman-teman Seringai!
------
Postingan mengenai bumper Rockaroma Showcase sudah pernah di publikasikan di Pehagengsi:
MMXXIV
Ternyata saya terlalu keras menempa diri tanpa cermin.
Satu hal, berani membunuh waktu untuk melambat yang menyelamatkan saya.
Tahun ini saya harus menemukan cermin itu. Harus!
Terima kasih yang sudah membersamai saya sepanjang 2024.
Tonton video refleksi saya untuk tahun 2024 di sini:
URUP 2025
Bersama Hagia, Dinda, Em, mas Toro, mas Aryo dan semua teman-teman yang sudah berbagi tanya dan cerita di perayaan matahari pertama di tahun ini. Semoga matahari masing-masing dari kita seperti biasanya, tidak lebih dan tidak kurang. Selamat tahun baru teman-teman.
Foto diambil di konser Urup 2025 Kunto Aji,
1 Januari 2025, Asram Edupark Yogyakarta
------------------------------------
Simak foto saya lainnya di sini:
Festival musik yang energinya dari sampah plastik. Dapatkan festivalnya!
Revitalisasi Konten Digital Festival Musik "Get the Fest 2024": Membangun Buzz & Engagement Menuju Event
Kategori: Strategi & Konten Brand
Tahun Proyek: 2024-2025
Peran Saya: Konsultan Strategi Konten & Manajer Komunikasi Digital
Forum dalam Forum - SewonScreening 2024
Bersama teman-teman Pehagengsi meracuni generasi baru pembuat film Indonesia di Sewon Screening special program. Haaa... Tabik!
Bikin huru-hara lagi di Cherrypop Festival :P
Kalau tahun lalu saya sendirian menjadi projek manager Rekam Skena II dengan hasil 4 film dokumenter musik dari 4 daerah; Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto dan Cilacap. Tahun ini saya membawa rombongan Pehagengsi+Pehagengster untuk Cherrypop Festival 2024. Ramai...
Subscribe to:
Posts (Atom)





